contact me : cah.lanan6@gmail.com. Diberdayakan oleh Blogger.
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Selasa, 18 Oktober 2011

Separuh ABG di Amerika Sudah Pernah Oral Seks

0 komentar
Berdalih Tidak Beresiko dan Aman Para Remaja Amerika Biasa Lakukan Oral Seks

Terlibat dalam seks oral menjadi pintu gerbang bagi remaja AS menuju hubungan seksual sesungguhnya. Risiko penyakit menular seksual dan kehamilan pun menjadi meningkat. Penelitian baru di California menemukan fakta bahwa 9% siswa SMA telah mulai berhubungan seks oral sejak akhir kelas sembilan hingga akhir kelas 11.


Seks oral merupakan aktivitas seksual paling umum di kalangan remaja AS. Satu dari lima mahasiswa sekolah tinggi dan lebih dari separuh remaja berusia 15-19 melaporkan bahwa mereka sudah mencobanya. “Banyak program pendidikan seksual bertujuan mencegah hubungan seksual atau praktik seks aman bagi remaja, namun mengabaikan peran seks oral dalam perilaku seksual remaja,” kata peneliti senior Dr Bonnie L. Halpern-Felsher dari University of California, San Francisco, kepada Reuters.

Apapun alasannya perilaku oral seks tetaplah tak pantas dilakukan bagi mereka yang tidak terikat pernikahan, apalagi tidak ada Agama yang membolehkan hal tersebut

“Dalam publikasi terakhir, kami menunjukkan bahwa remaja merasa bahwa seks oral lebih diterima dan lebih umum dibandingkan dengan hubungan seks,” katanya. “Dan bahwa remaja percaya bahwa seks oral membawa lebih sedikit risiko konsekuensi kesehatan – infeksi seksual menular, HIV dan kehamilan – serta konsekuensi sosial dan emosional daripada hubungan seks vaginal.”

Sebagian remaja mungkin benar bahwa seks oral agak lebih aman daripada hubungan seksual, namun bukan berarti hal itu tanpa risiko, catat peneliti. “Tindakan itu bisa membawa konsekuensi tidak langsung juga, terutama jika remaja mengarah untuk berpartisipasi dalam tindakan berisiko lebih, seperti seks vaginal.”

Halpern-Felsher dan Dr Anna Song V dari University of California melakukan penelitian lebih dari 600 siswa dari dua sekolah menengah di California Utara, pada 2002-2005. Penelitian itu untuk lebih memahami peran seks oral dalam perkembangan perilaku seksual remaja. Para remaja mengisi kuesioner setiap enam bulan, sejak awal kelas sembilan hingga akhir kelas 11. Lebih dari 90% siswa kelas sembilan mengatakan bahwa mereka belum mencoba seks vaginal, sedangkan 40% dari siswa kelas 11 melaporkan hal yang sama.

Selama penelitian, remaja melaporkan pertama kali melakukan hubungan seks di dalam atau setelah periode enam bulan yang sama seperti pengalaman pertama seks oral mereka. Mereka lebih mencoba seks oral sebelum mencoba hubungan seksual, bukan sebaliknya. Selanjutnya, para peneliti menemukan fakta bahwa memulai seks oral di kelas sembilan atau 10 sangat meningkatkan kemungkinan seorang remaja akan melakukan hubungan seks vaginal pada akhir kelas 11.

Sebaliknya, anak-anak yang memulai aktivitas seksual sebelum kelas sembilan atau setelah kelas 10, memiliki kesempatan jauh lebih rendah menuju hubungan seksual pada akhir sekolah menengah. Remaja yang abstain dari seks oral, memiliki peluang 80% melalui kelas 11 dengan menghindari seks vaginal.

“Tidak ada perbedaan dalam perkembangan perilaku seksual antara anak laki-laki dan perempuan, atau di antara remaja Hispanik, Asia, dan kulit putih,” lapor para peneliti dalam Archives of Pediatric and Adolescent Medicine. Halpern-Felsher dan Song mencatat bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memperjelas hubungan antara seks oral dan vagina di kalangan remaja. Sebagai contoh, mungkin akan ada inisiasi dini seks oral sebagai gerbang memiliki hubungan seksual bagi beberapa individu, sementara yang lain dapat berperilaku menunda seks vaginal.

“Temuan ini menyoroti kebutuhan bagi penyedia kesehatan, pendidik kesehatan, dan orang tua untuk memasukkan diskusi seks oral dalam kurikulum pendidikan seksual yang komprehensif,” kata Halpern-Felsher. “Kami tak membahas mengenai risiko yang berkaitan dengan seks oral. Remaja berpikir seks oral tidak terlalu berisiko. Padahal, itu tidak bebas risiko sama sekali,” tambah Felsher. Sumber



  1. Kisah Seorang Aktris Porno Yang Meninggalkan Karirnya
  2. belajar dari kupu-kupu
  3. Belajar Mengasihi Dari Malaikat Kecil
  4. Perjuangan Hidup Penambang Belerang
  5. Uang dan waktu
  6. Nick Vujicic, Pria Yang Hidup Tanpa Kaki dan Tangan
  7. true story Surat Seorang Ayah Kepada Anaknya yang Sudah Meninggal
  8. kisah inspiratif orang terkaya ke3 di indonesia
  9. Kisah Mengharukan Seorang Perampok dan Anak Buta
  10. Lanjutkan! (Jangan Kau Berhenti)
  11. Sisihkan 2-3 menit waktu kalian sebentar utk membaca ini
  12. kisah nyata yang terjadi di jepang
  13. Socrates Diperintahkan Meminum Racun karena Mengajarkan Kebenaran
  14. CINTAILAH CINTA
  15. Bicara Dengan Bahasa Hati
  16. tak sesulit yang anda bayangkan
  17. Ibunda, Kenapa Engkau Menangis
  18. PELAJARAN SANG KELEDAI
  19. HARI INI ADALAH ABADI
  20. menikmati kritik dan celaan
  21. sayangilah kekasihmu sebelum ini terjadi
  22. Impian Seluruh Orang Tua
  23. Renungan Seorang Anak
  24. keharusan memberi, bukan menerima
  25. Kisah sebuah guci
  26. Hargailah Sebutir Nasi
  27. kapan kita membahagiakan orang tua kita???
  28. Segala Hal Pasti Butuh Biaya
  29. menuju kebahagiaan
  30. Renungan Hidup/a>
  31. Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mitos
  32. Renungan Buat Wanita Jaman Sekarang
  33. SAAT-SAAT KEMATIAN MENJEMPUT
  34. renungan di kesunyian malam
  35. Suami yg sholeh harta yg berharga buat istri
  36. Perlakukan dengan baik
  37. Kisah Cinta seorang Anak kepada Orang Tuanya
  38. Jati diri Kita yang Sebenarnya
  39. Kenyamanan Bagai Arak Beracun
  40. Berkorban Itu Indah
  41. Pengabdian Tanpa Tanda Jasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sponsors

BlogCatalog Computers blogs free web site traffic and promotion Technology Blogs - Blog Rankings Top10Rank Computers
mobila bredband Top Blogs Computers Blogs
blog directory Computers blogs
webbhotell lista